Pelajar SMA Terlibat Prostitusi Online Punya Koleksi 6 Mahasiswi


 

BD, pelajar SMA di Palembang, Sumatera Selatan yang diamankan karena disangka terjebak masalah prostitusi online, rupanya mempunyai koleksi mahasiswi. Menurut siswa berumur 17 tahun ini, jalinan dengan beberapa mahasiswi yang dahulu sempat diketahui dengan arti 'ayam kampus' atau mahasiswi yang dapat dibawa esek-esek, tidak mengikat.


Mereka cuman melakukan komunikasi bila BD mendapatkan pesanan dari pria hidung belang di Palembang. BD yang diamankan di Kamis pagi hari akui minimal punyai kenalan 6 'ayam kampus'.


"Disamakan dengan keinginan pemesan. Ingin yang tinggi, putih, atau semacam apa. Kelak, jika ada yang tidak dapat, mereka sendiri yang mencari tukar, ya dari rekan mereka itu," BD menerangkan di Mapolresta Palembang.


PENGALAMAN TARUHAN BOLA DI SITUS ONLINE Masyarakat Kecamatan Kemuning, Palembang ini kenal lembah hitam bermula dari hoby hura-hura di dunia berkilau atau dugem. Di salah satunya lokasi hiburan di Palembang, dia berjumpa seorang mahasiswi sebutlah saja Bunga, yang pada akhirnya merajut jalinan dengannya. Rupanya, Bunga ialah 'ayam kampus'.


Buat menyambung hidup jadi mahasiswi di Palembang, Bunga mau tak mau jual diri. Bunga ternyata tidak sendiri. Dia punyai beberapa rekan yang mempunyai karier 'sampingan'. Seringkali mereka jadi tenaga marketing atau SPG rokok plus-plus.


Walau tidak dengan cara langsung bersinggungan serta terikat, BD yang menemukan konsumen setia untuk PSK universitas ini memperoleh gaji layanan. Dari sana juga, dia mulai memikir untuk mengawali sendiri usaha prostitusi online.


Lewat Tempat Sosial


Supaya makin gampang pasarkan, BD memakai beberapa sosial media, seperti BeeTalk serta WeChat. Bila konsumen setia mempunyai ketertarikan serta serius, baru ia memberi PIN BlackBerry Mesenger atau nomor telephone untuk mengendalikan persetujuan.


"Jika mereka serius, baru diterangkan ketentuan-syaratnya. Diberi photo siapa yang dapat. Baru diantar ke hotel yang sudah diminta," tutur BD.


Pada sebuah minggu, sangat tidak BD akui mendapatkan 2 pesanan. Bergantung berapa kerap dia meng-update info di media sosial kepunyaannya. Sela berikut yang dipakai aparatus Unit Perlindungan Wanita serta Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang mengawali penyidikan.


2 minggu melakukan komunikasi, BD pada akhirnya sukses ditangkap. "Info awalnya, terduga ini sediakan wanita di bawah usia. Tetapi, kami masih selidik," kata Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede.


Polisi menyangka, usaha prostitusi yang ditempuh BD mempunyai jaringan. Untuk perdalam bukti, polisi sekarang menganalisa smartphone punya terduga yang sudah diambil alih. BD dijaring dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 mengenai Perdagangan Manusia jo Pasal 296 KUHP dengan intimidasi optimal 6 tahun penjara.


"Sekarang ini tengah diolah. Terduga kami amankan sesaat korban dikenai harus lapor," tutur Maruly Pardede berkaitan terduga yang terjebak masalah prostitusi itu.